Tugas Review Jurnal Penilaian Hutan Medan, Desember 2020
PENGEMBANGAN
METODE PENILAIAN KESEHATAN HUTAN RAKYAT SENGON (Falcataria moluccana (Miq) Barneby & J.W. Grimes)
Dosen Penanggungjawab
:
Dr. Agus
Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh:
Sabylita Amanda
181201095
MNH 5
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
|
Judul |
Pengembangan Metode Penilaian
Kesehatan Hutan Rakyat Sengon (Falcataria
Moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) |
|
Jurnal |
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman |
|
Volume & Halaman |
Vol. 12 No. 3/175-187 |
|
Tahun |
Desember 2013 |
|
Penulis |
Rahmat Safe'i, Hardjanto,
Supriyanto, dan Leti Sundawati |
|
Reviewer |
Sabylita Amanda |
|
Tanggal |
14 Desember 2020 |
|
Latar Belakang |
Hutan rakyat merupakan hutan yang
dimiliki oleh masyarakat yang dinyatakan oleh kepemilikan lahan, karenanya hutan rakyat juga disebut hutan milik. Dalam
perkembangannya, pengelolaan hutan
rakyat di Indonesia harus berlandaskan
kepada prinsip pengelolaan hutan secara
lestari (PHL). Berdasarkan, kriteria dan indikator keberhasilan PHL, kondisi
ekosistem setempat dan sistem silvikultur yang diterapkan mempengaruhi
keberhasilan PHL, karena setiap wilayah hutan mempunyai karakteristik
ekosistem yang spesifik atau khas. Diawal pengembangan kriteria dan indikator
PHL hingga sekarang masih banyak ruang studi
yang perlu diteliti lebih lanjut. Ini
terbukti dengan adanya berbagai bentuk kriteria
dan indikator yang telah banyak
dikembangkan, baik oleh lembaga
pemerintah maupun non pemerintah
dengan cakupan nasional, regional maupun internasional. Salah satu
kriteria bagi pencapaian PHL adalah
keadaan dan kesehatan ekosistem hutan. Teknik
FHM di Indonesia baru terbatas diterapkan di hutan alam produksi, hutan lindung dan hutan tanaman tetapi di hutan rakyat belum pernah dilakukan.
Padahal hutan rakyat berperan
penting dalam membantu suplai kebutuhan
kayu di Indonesia, karena saat ini pasokan bahan
baku industri dari
hutan alam dan
hutan tanaman semakin berkurang. Jenis kayu yang ditanam di hutan rakyat antara lain sengon, dan
jenis ini banyak mengalami gangguan dari hama penggerek batang, dan hama daun
tumor. |
|
Tujuan Penelitian |
Untuk mengembangkan
metode penilaian kesehatan hutan rakyat sengon
berbasis indikator ekologis kesehatan hutan di Provinsi Lampung. |
|
Subjek Penelitian |
Hutan rakyat sengon di Provinsi
Lampung, berupa data lapang yang diperoleh dari indikator ekologis kesehatan
hutan selama bulan September-Oktober 2012. |
|
Metode Penelitian |
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode FHM (Forest Health Monitoring) |
|
Hasil Penelitian |
Indikator produktivitas, kualitas tapak, dan vitalitas mampu memberikan
jaminan kualitas (mutu) dan dukungan dalam mengungkap/mengukur tingkat
kesehatan hutan rakyat, sedang biodiversitas memiliki nilai terendah dalam
mengukur tingkat kesehatan hutan rakyat karena umumnya hutan sengon rakyat
ditanam secara monokultur. Sebagaimana hutan rakyat pada umumnya, hutan
rakyat sengon dimaksudkan untuk menghasilkan
kayu secara sinambung, lestari, dan sebagai
tabungan. Tingkat produktivitas
merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan hutan, karena tinggi-rendahnya produktivitas dalam hutan
menunjukkan tingkat keberhasilan
pengelolaan hutan. Pohon sengon di hutan
rakyat akan mampu tumbuh dengan baik jika didukung
oleh kualitas tapak tempat tumbuh yang
dapat menyokong pertumbuhan optimal tegakan sengon. Penurunan produktivitas dan pertumbuhan sengon di hutan rakyat disebabkan oleh terjadinya
penurunan kesuburan tanah. LBDS di hutan
rakyat sengon cenderung
menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya umur
pohon . Kondisi kerusakan pohon
diukur berdasarkan lokasi
ditemukannya kerusakan yaitu, pada akar, batang, cabang, tajuk, daun,
pucuk, dan tunas dalam metode FHM. Kerusakan hutan rakyat sengon yaitu terdapat di daerah daun,
di daerah batang
bagian bawah, dan
di daerah bagian bawah dan bagian atas batang, dengan tipe
kerusakan didominasi daun rusak, kanker,
dan luka terbuka. Salah satu permasalahan mendasar dari kualitas
kayu hutan rakyat adalah adanya kerusakan pohon yang mengakibatkan cacat
kayu. Dampak dari kerusakan pohon akan
mengakibatkan tingkat pertumbuhan yang menurun, kondisi tajuk yang rendah,
kehilangan biomassa, dan terutama
kematian; serta akan berdampak pada kesehatan
hutan secara keseluruhan. Kondisi tajuk pohon akan sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis sehingga apabila tajuk pohon mengalami kerusakan, maka unsur hara yang
diperlukan untuk proses
fotosintesis akan terhambat atau hanya sedikit yang
diangkut ke bagian
daun dan bagian
pohon lainnya. Rata-rata rasio tajuk
hidup pada sebagian besar klasterplot mengalami penurunan. Rata-rata diameter tajuk pada klasterplot mengalami
peningkatan. Angka diameter tajuk yang cenderung meningkat menunjukkan
kondisi tajuk yang lebar dan lebat. Tajuk yang
lebar dan lebat dapat memfasilitasi proses fotosintesis yang mendorong laju
pertumbuhan pohon. Untuk kesuburan tanahnya termasuk
kriteria rendah (5–16 me/100g). Nilai Tinggi indikator (parameter) terendah
adalah kondisi kerusakan pohon
(0,23). NT indikator (parameter)
kesuburan tanah cukup tinggi (0,26) menunjukkan
kaitan penting KTK dengan kesehatan
hutan, karena KTK menunjukkan efektivitas
tanah dalam menyuplai hara yang diperlukan
bagi pertumbuhan pohon. |
|
Kekuatan |
Telah dijelaskan secara
terperinci pada metode tentang perhitungannya serta indikator-indikator
kesehatan hutan. |
|
Kelemahan |
Terlalu banyak perhitungan yang
digunakan menggunakan bacaan, tidak langsung ditulis menggunakan rumus
sehingga membuat para pembaca bingung dan harus teliti membacanya. |
|
Kesimpulan |
Tingkat kesehatan hutan rakyat
sengon (Falcataria moluccana (Miq.))
dapat dinilai dengan menggunakan metode FHM (Forest Healt Monitoring) dengan indikator prioritas adalah
produktivitas, kualitas tapak, dan vitalitas. |
