Sabtu, 02 Januari 2021

Review Jurnal Pengembangan Metode Penilaian Kesehatan Hutan Rakyat (Falcataria moluccana (Miq) Barneby & J.W. Grimes)

Tugas Review Jurnal Penilaian Hutan                                      Medan,   Desember  2020

PENGEMBANGAN METODE PENILAIAN KESEHATAN HUTAN RAKYAT SENGON (Falcataria moluccana (Miq) Barneby & J.W. Grimes)

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh:

Sabylita Amanda

181201095

MNH 5

 

                                                                                           

 

 

 



 

 

 


 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020

Judul

Pengembangan Metode Penilaian Kesehatan Hutan Rakyat Sengon (Falcataria Moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes)

Jurnal

Jurnal Penelitian Hutan Tanaman

Volume & Halaman

Vol. 12 No. 3/175-187

Tahun

Desember 2013

Penulis

Rahmat Safe'i, Hardjanto, Supriyanto, dan Leti Sundawati

Reviewer

Sabylita Amanda

Tanggal

14 Desember 2020

Latar Belakang

Hutan rakyat merupakan hutan yang dimiliki oleh masyarakat yang dinyatakan oleh kepemilikan lahan, karenanya hutan rakyat juga disebut hutan milik. Dalam perkembangannya, pengelolaan hutan rakyat di Indonesia harus berlandaskan kepada prinsip pengelolaan hutan secara lestari (PHL). Berdasarkan, kriteria dan indikator keberhasilan PHL, kondisi ekosistem setempat dan sistem silvikultur yang diterapkan mempengaruhi keberhasilan PHL, karena setiap wilayah hutan mempunyai karakteristik ekosistem yang spesifik atau khas. Diawal pengembangan kriteria dan indikator PHL hingga sekarang masih banyak ruang studi yang perlu diteliti lebih lanjut. Ini terbukti dengan adanya berbagai bentuk kriteria dan indikator yang telah banyak dikembangkan, baik oleh lembaga pemerintah maupun non pemerintah dengan cakupan nasional, regional maupun internasional. Salah satu kriteria bagi pencapaian PHL adalah keadaan dan kesehatan ekosistem hutan. Teknik FHM di Indonesia baru terbatas diterapkan di hutan alam produksi, hutan lindung dan hutan tanaman tetapi di hutan rakyat belum pernah dilakukan. Padahal hutan rakyat berperan penting dalam membantu suplai kebutuhan kayu di Indonesia, karena saat ini pasokan bahan baku industri dari hutan alam dan hutan tanaman semakin berkurang. Jenis kayu yang ditanam di hutan rakyat antara lain sengon, dan jenis ini banyak mengalami gangguan dari hama penggerek batang, dan hama daun tumor.

Tujuan Penelitian

Untuk mengembangkan metode penilaian kesehatan hutan rakyat sengon berbasis indikator ekologis kesehatan hutan di Provinsi Lampung.

Subjek Penelitian

Hutan rakyat sengon di Provinsi Lampung, berupa data lapang yang diperoleh dari indikator ekologis kesehatan hutan selama bulan September-Oktober 2012.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode FHM (Forest Health Monitoring)

Hasil Penelitian

Indikator produktivitas, kualitas tapak, dan vitalitas mampu memberikan jaminan kualitas (mutu) dan dukungan dalam mengungkap/mengukur tingkat kesehatan hutan rakyat, sedang biodiversitas memiliki nilai terendah dalam mengukur tingkat kesehatan hutan rakyat karena umumnya hutan sengon rakyat ditanam secara monokultur. Sebagaimana hutan rakyat pada umumnya, hutan rakyat sengon dimaksudkan untuk menghasilkan kayu secara sinambung, lestari, dan sebagai tabungan. Tingkat produktivitas merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan hutan, karena tinggi-rendahnya produktivitas dalam hutan menunjukkan tingkat keberhasilan pengelolaan hutan. Pohon sengon di hutan rakyat akan mampu tumbuh dengan baik jika didukung oleh kualitas tapak tempat tumbuh yang dapat menyokong pertumbuhan optimal  tegakan sengon. Penurunan produktivitas dan pertumbuhan sengon di hutan rakyat disebabkan oleh terjadinya penurunan kesuburan tanah. LBDS di hutan rakyat sengon cenderung menunjukkan peningkatan seiring dengan bertambahnya umur pohon . Kondisi kerusakan pohon diukur berdasarkan lokasi ditemukannya kerusakan yaitu, pada akar, batang, cabang, tajuk, daun, pucuk, dan tunas dalam metode FHM. Kerusakan hutan rakyat sengon yaitu terdapat di daerah daun, di daerah batang bagian bawah, dan di daerah bagian bawah dan bagian atas batang, dengan tipe kerusakan didominasi daun rusak, kanker, dan luka terbuka. Salah satu permasalahan mendasar dari kualitas kayu hutan rakyat adalah adanya kerusakan pohon yang mengakibatkan cacat kayu. Dampak dari kerusakan pohon akan mengakibatkan tingkat pertumbuhan yang menurun, kondisi tajuk yang rendah, kehilangan biomassa, dan terutama kematian; serta akan berdampak pada kesehatan hutan secara keseluruhan. Kondisi tajuk pohon akan sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis sehingga apabila tajuk pohon mengalami kerusakan, maka unsur hara yang diperlukan untuk proses fotosintesis akan terhambat atau hanya sedikit yang diangkut ke bagian daun dan bagian pohon lainnya. Rata-rata rasio tajuk hidup pada sebagian besar klasterplot mengalami penurunan. Rata-rata diameter tajuk pada klasterplot mengalami peningkatan. Angka diameter tajuk yang cenderung meningkat menunjukkan kondisi tajuk yang lebar dan lebat. Tajuk yang lebar dan lebat dapat memfasilitasi proses fotosintesis yang mendorong laju pertumbuhan pohon. Untuk kesuburan tanahnya termasuk kriteria rendah (5–16 me/100g). Nilai Tinggi indikator (parameter) terendah adalah kondisi kerusakan pohon (0,23). NT indikator (parameter) kesuburan tanah cukup tinggi (0,26) menunjukkan kaitan penting KTK dengan kesehatan hutan, karena KTK menunjukkan efektivitas tanah dalam menyuplai hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pohon.

Kekuatan

Telah dijelaskan secara terperinci pada metode tentang perhitungannya serta indikator-indikator kesehatan hutan.

Kelemahan

Terlalu banyak perhitungan yang digunakan menggunakan bacaan, tidak langsung ditulis menggunakan rumus sehingga membuat para pembaca bingung dan harus teliti membacanya.

Kesimpulan

Tingkat kesehatan hutan rakyat sengon (Falcataria moluccana (Miq.)) dapat dinilai dengan menggunakan metode FHM (Forest Healt Monitoring) dengan indikator prioritas adalah produktivitas, kualitas tapak, dan vitalitas.